Welcome to Pichieland,,

where Princess Pichie shares her thoughts, her dreams and her lifetime story..

Good Girl Gone Bad… or Better?

Filed under: Uncategorized — piti24 at 11:22 pm on Tuesday, January 13, 2009

Pergantian tahun dari 2008 ke 2009, pergantian semester dari semester 1 ke semester 2, perubahan mood dan afek dari senang ke sedih dan sebaliknya, perubahan kegiatan dari sibuk ke leyeh-leyeh,, dan berbagai perubahan sederhana lainnya ternyata membawa gue untuk berpikir lebih dalam. Tentang apa saja. Berusaha melihat dari segala sisi yang mungkin. Sulit dan terkadang menyakitkan. Sebaliknya, ada sisi-sisi yang menyenangkan.

Terlalu lama bersantai di rumah nyatanya bukan selalu menyenangkan. I had a big fight with my sister. Another with my mom. Bukan ingin berdebat dan menangis,, tapi entahlah kejadian itu terjadi begitu saja seperti ada alurnya. Gue masih berharap ada pemahaman yang mendalam dan introspeksi dari masing-masing pihak, dan mungkin menyadari “that we have issues to solve here..” Sebagai seorang sarjana psikologi, gue belum mampu memberikan solusi atas permasalahan yang gue hadapi ini.  Yah, at least everything seems okay right now,, belum tahu nantinya peristiwa yang sama akan terulang atau tidak bila ada pemicunya. Well, let’s see.

“Bukan selalu” artinya sebagian besar lainnya bercerita sebaliknya. Dengan berada di rumah, gue bisa mendekatkan diri dengan papa mama,, and i cherish those beautiful times. Mungkin bagi orang-orang lain seumuran gue sekarang ini (23), adalah suatu hal yang aneh masih sangat dekat secara fisik dan emosional dengan kedua orangtua. Bisa dikatakan gue sangat menikmati kebersamaan gue dengan papa mama, sehingga mungkin mekanisme pertahanan yang gue lakukan atas kebersamaan itu adalah fiksasi. Gue cenderung tidak mau merubah diri gue ke tahap yang lebih “dewasa” lagi,, as you may assume. Di balik semua itu, gue membuat rasionalisasi yang mungkin sudah menggumpal dalam diri gue,, bahwa gue mau memberikan waktu, tenaga, dan pikiran gue lebih banyak untuk keluarga dibandingkan dengan teman, kuliah, pekerjaan, atau apapun. I do it because i love them,, no matter how big and often our fights.. Sebesar apapun kesalahan kita, kita pasti bisa balik lagi ke keluarga kita sendiri. Saat kita kesusahan, yang paling bisa membantu kita adalah keluarga kita sendiri. Dan tidak ada pihak yang lebih mengerti kita daripada keluarga kita sendiri. I can assure you that. My favourite activities with my family: salon/spa-days with my mom, browsing gadgets with my dad, and overnight chitchats with my sis.

Bahwa gue masih egois dan manja, that is so true. Setelah dipikir-pikir, mungkin sisi buruk dari diri gue yang memicu kesalahpahaman dan menjadi biang pertengkaran ya itu tadi,, sifat-sifat egois dan manja. This also happens to me and my boyfriend. Huaa,, pacarku baik sekali, like, he would do anything to make me happy. Tapi kadang si manja ini bertingkah terlalu “bee-yatch!”, dan kemarin sempat membuat hubungan kami goyah. I did all the mistakes. Maav ya pacar,, i’m so trying to be a better person and make this relationship works. Mari kita rencanakan kencan-kencan yang menyenangkan berikutnyaa =3 although every dates means so special for me. Oh iya, selamat dua-puluh-sembilan bulanan ya paparicici!!

The end of this post, gue menyimpulkan bahwa perubahan sekecil apapun akan membuat kita jadi tidak nyaman, disadari atau tidak. Tapi kadang perubahan itu perlu. Dan NAMPAKNYA gue harus merubah beberapa sifat dan sikap gue dalam memandang sesuatu hal. Ke arah yang lebih dewasa,, just like my boyfriend told me. And so, wish me luck!!

hello lectures and assignments!!

Filed under: Uncategorized — piti24 at 1:06 am on Saturday, September 6, 2008

setelah merasakan hebohnya dandan buat gladi resik wisuda dan mata berkunang-kunang pas foto wisuda di akhir agustus lalu, akhirnya kita semua bisa bernafas lega karena semua urusan di s1 udah selesaii.. fiuhhh,, tinggal ambil trophy, foto-foto, dan ijazah.

nah, sebenernya yang lebih repot adalah peristiwa setelah wisuda itu!! pada mau kemana coba? Yaa,, kalo engga kerja, merit, paling kuliah lagi yaa hehehe.. well, here’s a new chapter in my life: more lectures to attend, more assignments to do.

menyenangkan berada di kelas kemagisteran, yang merupakan gabungan dari mahasiswa magister profesi pio dan pendidikan. walaupun kita cuman sedikit, tapi rasa-rasanya sih kita bisa kompak deh hihihi (maklum baru seminggu ni kuliah lagiii). yang heboh adalah matakuliah-matakuliah yang di semester 1 ini,, metpen kualitatif, kuantitatif, statistik, filsafat, dan KAUP.. huuuu jadi maba kok susah buanget yaaa hidup gue hahahahaha… ya sudah dijalani aja, pasti ada manfaatnyaa.. ;-)

dari strata ke strata

Filed under: Uncategorized — piti24 at 7:40 am on Saturday, July 26, 2008

Hmm,, kalo posting ini dilakukan beberapa hari yang lalu, tentunya bunyinya tidak akan seperti ini. Baruuu saja tadi malam, tepat pada jam 00.00, akhirnya gue bisa tau kalo gue diterima S2 Profesi PIO UI. Bangga boleh, dong? Hehehe.. Ternyata selama ini berjuang (cukup) keras, ada gunanya juga. Gini ceritanyaa..

Ketika itu,, sempat gue berpikir wahh gue mau nerusin sekolah sampe jadi Psikolog (M.Psi) ahh,, sayang kalo cuman jadi Sarjana Psikologi (S.Psi). Artinya, gue harus nerusin ke S2, paling mudah aksesnya ya tentu saja langsung nerusin ke S2 di UI, lha wong tempat belajar dan dosen-dosennya aja sama kok..

Alhasil, pada semester 8 kemarin (semester ganjil 2007/2008), mulailah gue mencari-cari info ttg S2,, dan intinya gue harus menyelesaikan skripsi maksimal bulan Mei 2008 supaya gue bisa daftar S2. Tapi kenyataan beda dengan harapan,, karena gue harus belajar teknik statistik yang namanya structural equation modeling dari nol besar,, dan itu makan waktu sebulan untuk menguasainya. Singkat cerita, akhirnya gue berhasil ikut sidang di bulan (yang jadwalnya) terakhiiiiiirrr banget, yaitu bulan Juni 2008.

Sidang skripsi gue dilaksanakan Kamis, 26 Juni 2008 jam 10.00 pagi. Sekitar jam 12.00 yang cerah ceria, gue dinyatakan lulus sebagai Petrina Winoto, S.Psi oleh dewan penguji (Pak Urip Mokoginta, Pak Gagan Hartana, dan Bu Yanti Graito). Dan tau engga sihhhh,, pendaftaran terakhir S2 untuk semester genap 2008/2009 adalah tanggal 27 Juni 2008, alias besokannya!!

Nah,, untungnya gue lumayan kenal sama Manajer Pendidikan dan bisa minta surat keterangan lulus. Terus besokannya gue langsung daftar blablablahh.. dan akhirnya mempersiapkan diri untuk ikut ujian saringan S2 hehe. Ujian ini ada dua tahap, tahap universitas dan fakultas. Tahap universitas itu ada TPA dan EPT, sedangkan tahap fakultas ada tes khusus, tes kepribadian, focus group discussion, dan wawancara. Pheww..

Lucunya, biasa mahasiswa lain yang sudah sidang rasanya plong,, tapi buat gue rasanya sama berat karena gue harus revisi skripsi sekaligus belajar-belajar-belajar. Gue sempet ikut bimbel TPA dan EPT loh! Yaahhh,, itung-itung refreshing otak yang udah beku ini lah hehe..

Setelah tau kalo lolos tahap 1, mulailah gue belajar yang tentang PIO banget,, dan itu cukup berjuang juga. Ternyata soalnya lebih susah daripada yang gue bayangkan!! Huuu pokoknya susahhhh banged. Lebih parahnya lagi,, untuk tes seperti tes kepribadian dan fgd sebenarnya kita sebagai calon psikolog (harus) tau yang baik itu seperti apa. Dan memang saingan-saingan gue itu sumpah yaaa,, keren-keren banget semua.. Keren dalam artian, psikologi bangeeet… hihihi

But well anyways, penantian selama ini akhirnya berbuah hasil juga hehe. Walaupun mepet, walaupun takut, walaupun ragu, akhirnyaa bisa juga memantapkan posisi sebagai mahasiswi S2 hehehe.. Btw makasi banyak buat semuanya yang udah bantuin gue, ngedukung gue, nyemangatin gue, ngedoain gue.. Semuanya udah baik banget, terlebih papa, mama, dan yocie hehe.. Muach muachh!! ;] 

Ternyata rasanya seperti ini..

Filed under: Uncategorized — piti24 at 5:20 am on Wednesday, July 2, 2008

Hehehe,, hal itu yang pertama kali terlintas di dalam pikiran gue di detik-detik awal setelah di"vonis" lulus sidang sarjana. Jujur pada sidang skripsi kemarin rasanya kok gawat banget ya,, dengan penguji yang serem-serem kayak gitu, dan pembimbing skripsi yang sempat menghela nafas (tanda tak sabar), dan ternyata jawaban yang terlontar dari mulut gue kok begitu polos dan bodohnya.. Harusnya gue bisa lebih diplomatis dan bisa memanipulasi muka gue di depan mereka semua. Tapi entah kenapa, tangan dingin, otak gak bisa mikir, dan alhasil gue yang disidang adalah gue yang sebenarnya.

Untunglah yang menyidangku adalah Pak Gagan dan Pak Urip, dan pembimbing skripsiku adalah Bu Yanti. Kalo bukan mereka, pasti beda ceritanya. Beberapa hari sebelumnya, saat menjawab pertanyaan: "Siapa penguji lo?" temen-temen pasti pada menganga (tanda tak percaya), dan berusaha menguatkan hatiku yang hancur lebur (alah, lebai). Yaaa,, apa mau dikata. Jalan hidup sudah seperti itu..

To make it short, ternyata kedua pengujiku itu sangat supportive. Believe it or not, Pak Urip itu baik skeli!! Emang awalnya tegang dan menyeramkan, tapi ada saatnya gue ngerti bahwa memang seorang PhD seperti itu,, tegas dan meyakinkan. Kadang terpikir juga, wah gue pingin jadi seperti dia. Tapi gue mau lebih terlihat supportive lagi dong hehehe.. But anyways, dia baik kok. Dan gak seperti yang dikatakan orang-orang bahwa dia itu gualaknya minta ampun. Well, sometimes he is, tapi kayaknya itu bukan galak deh, tapi lebih ke semangatnya dalam membahas sesuatu (terutama yang gak sesuai sama pemikirannya hehehe..) Tapi pada sidang kemarin dia cukup low-profile, dengan mengatakan: "Menurut saya, blablablabla.. Ya mungkin penjelasan kamu berbeda dengan pemikiran saya. Bagaimana komentar kamu?" terus gue tinggal menjawab: "Oh ya Pak, kalau dalam penelitian saya ini, blablablablabla…"

Yang kedua, Pak Gagan. Sumpah ya dia tidak hanya baik hati, juga sangat membantu gue dalam proses penyidangan itu.. Bawaannya yang tenang dan suaranya yang lembut bener-bener bisa membuat kepanikan gue mulai berkurang. Dia juga memberikan multiple choice questions, yang notabene sangat amat membantu gue sekali dalam menjawab. Ohhh I love Pak Gagan. Gue benar-benar merasa terbantu dengan kehadirannya.

Lalu ada Bu Yanti,, pembimbing skripsiku. Semua temenku baru liat dia hari kamis kemarin (beberapa saat sebelum dan sesudah aku sidang). First impression katanya sih agak jutek. Hmm.. bisa jadi. But well, dia itu sungguh supportive loh! Gimana engga, dia bahkan masih mau memberikan feedback waktu dia lagi ke Padang! Dan dia membaca kata-per-kata dari skripsiku.. Hoooo,, terima kasih Ibu,, maafkan kalau saya kurang meyakinkan dalam sidang kemarin huhuhu..

Well then, intinya sayah sekarang telah merubah status dari mahasiswa jadi pengangguran hahahaha.. Petrina Winoto, S.Psi. Hahaha,, akhirnya akhirnya penantian selama 4 tahun ini ada hasilnya juga. Tinggal bikin kebaya nich buat wisuda hehehe.. Oyaaa,, gue juga mau ngucapin terimakasih banyak buat semua yang udah bantuin skripsiku, baik yang membantu langsung maupun gak langsung. Terutama juga makasi buat semua yang udah dateng waktu hari Kamis (27/6) untuk ngasih semangat sebelum dan sesudah diriku sidang: Yocy, Ceu2, Mei, Jilly, Aan, Michael, Melon, Dindun.. terus ada siapa lagi yaa,, yang telpon aku pagi-pagi DS, Ginu, Maya, trus ada beberapa orang juga yang sms..maaf bukannya melupakan tapi waktu itu mau jalan aja lupa mesti ngelangkahin kaki kiri dulu apa kaki kanan hehehehe… (lebaiii)

Oya, doain juga ya supaya revisiku cepat seleseeeee (huuu mau ngerjain aja mualessssnya minta ampunnn),, dan bisa mengganti status pengangguran jadi mahasiswa lagi hehehe,, mau daftar s2 profesi pio nihhh biar jadi ibu psikolog beneran huehehehehehehehee….

i’ve been bitching these days,,

Filed under: Uncategorized — piti24 at 5:59 am on Thursday, June 19, 2008

Pheww,, hari-hari ini sebenarnya gak terlalu berat, tapi entah kenapa beban mental menjadi sangat terasa. Mungkin karena udah mendekati hari sidang skripsi. Mungkin juga karena didesak oleh keadaaan yang tidak menyenangkan lainnya.

Uggghhh *menggerutu*

Well yeah, kemarin ada suatu peristiwa yang *mmmphh* bikin hatiku jadi ga enak. Akhirnya unek-unek itu bisa keluar dan akhirnya bisa menghadapi orang yang aku gak sukain kelakuannya. Entahlah, sejahat apa kemarin itu, karena Piti berusaha ngomong jujur ke dia dan i just know that she was very disappointed.

I know i have been bitching these days. I am devastating, too. And I am very sorry for that. (T-T)*

dear skripsi,,

Filed under: Uncategorized — piti24 at 3:49 am on Monday, June 9, 2008

Skripsi, kamu kok gak jadi-jadi ya? Hehehe,, enggak kok, saya engga skeptis sama isi dari kamu yang semakin lama semakin baik, semakin integratif. Dulu saya sempat berpikir kalau kamu bisa kelar di bulan Mei. Tapi nyatanya banyak pihak yang bilang kalau kamu belum sempurna (begitu juga dengan pendapat saya). Tapi menurut saya, kesempurnaan itu sulit sekali dicapai. Yahh setidaknya sampai saat ini, banyak sekali pihak yang mendukung dan membantu dalam berpikir supaya kamu jadi semakin padat dan sarat informasi.

Maaf ya, berkali-kali saya melakukan perombakan di bagian-bagian tubuhmu. Bukannya tidak sayang, tapi malah karena terlalu sayang sama kamu. Tiap malam, mimpi saya tidak jauh dari kamu. Dan yang paling saya kuatirkan adalah pada saat kamu disidang nanti. Saya harus melakukan pembelaan terhadap kamu, padahal kamu tidak salah apa-apa. Aneh bukan? Tapi itulah prosedurnya. Saya harus menceritakan kekuatan dan kelemahanmu di depan orang lain, dan saya harus mempertanggungjawabkan segala kelemahan kamu. Sebab yang membuat kamu lemah adalah saya sendiri.

Skripsi, jadilah kuat. Saya sudah menyediakan berbagai cara agar kamu kuat, segala hal teknis supaya kamu tidak hilang dan semakin mendekati sempurna. Maka, bantulah saya agar kamu terselamatkan. Bantulah saya agar saya juga terselamatkan. Banyak pihak yang sayang padamu, apalagi saya. Saya sayang kamu, skripsiku.

XOXO.

RELAX AND DESTRESS MODE ON

Filed under: Uncategorized — piti24 at 6:36 am on Wednesday, April 30, 2008

Fuhh,, kemarin (29/4) adalah hari yang paling melelahkan. Gimana engga, buat skripsiku tersayang, semuanya udah dilakukan.. dari memperpadat timetable, melakukan semuanya dengan sangat serius, tanya-sana-sini, nekat naik kereta sendiri, sampe berdoa (hampir) tiap hari..

The thing is,, piti pingin ikut sidang bulan Mei, karena punya keinginan untuk langsung ngambil S2 di Pasca Psiko UI. Tapi berusaha realistis juga sih, kemarin udah tanggal 29, dengan keadaan hipotesis dan analisis statistik yang gak oke,, sementara daftar sidang terakhir di bulan mei adalah tanggal 9 mei. Fuhh,, berat sekali menerima kenyataan bahwa apa yang ditargetkan gak bisa tercapai, meskipun udah mati-matian menggapainya. Untungnya PS-ku pengertian, dia tau piti mau lulus cepet, tapi perlu pemahaman tentang makna-makna psikologis di pembahasan skripsi itu sendiri. Jadi, perlu waktu lagi untuk memantapkan segalanya.

Kalau mau dewasa, memang ini jalan yang terbaik yang Tuhan beri. Non-sense juga sih kalo ngerjain skripsi dengan terburu-buru, efektif ngerjain skripsi ini tuh mulai dari awal Maret. Kalau dipikir-pikir, nekat juga kalo mau sidang bulan Mei. Akhh yang penting bisa lulus dengan nilai baik, dan semester ini!! Kemarin pas lagi di stasiun Cikini sambil menunggu kereta ekonomi ac tujuan bogor, piti baca majalah girlfriend yang baru (oww i love this magz). Dan seperti tertampar-tampar, ada artikel tentang anti-stress gitu. Suatu hal yang paling "ngena" di piti adalah: "katakan tidak pada sesuatu yang tidak mampu kamu lakukan". Well, hell, yes, that’s true. Piti engga bisa sidang bulan mei.. (huuu nangis tersedu-sedu T_T). Apakah selama ini timetable yang piti buat terlalu menekan ya?? Could be.

Tadi malam, air mata sudah tak terbendung lagi (idddiiiihhh kata-katanya najis, jiji). Akhirnya pacar yang dengerin dan menghiburku.. Mamaci ya pacar. Semoga aku bisa melonggarkan ikat pinggang (atau ikat leher?) dan rileks sedikit, gak seperti bulan April yang fuhhhh so stressful. Pingin bodyscrub ni, atau ear-candle, atau apapun yang bisa membuat rileks dan gak stress. Tapi ga boleh demotivasi juga untuk skripsi ini. I’ll do my best =3 =3, buat diriku dan buat semua orang yang udah baik banget ngedukung aku. Thanks a billion, dear.

The Shamrock Personality Test

Filed under: Uncategorized — piti24 at 9:06 am on Wednesday, March 19, 2008
My Shamrock Says About Me
I am brilliant, analytical, and somewhat of a perfectionist. I am ultra competent and knowledgeable.

At times, people find me intimidating. I can be a bit sarcastic and harsh.

I don’t really consider myself a lucky person. In my view, people create their own luck.

I am creative, innovative, and complicated. I definitely have a unique spin on the world.

Cerita tentang Sebuah Tiket Kereta

Filed under: Uncategorized — piti24 at 10:42 pm on Thursday, March 13, 2008

"Ada apa dengan tiket kereta?"
"Tidak ada apa-apa."

Hanya saja, hhhhmmmphh.. perjalanan menuju Cikini dengan sebuah tiket kereta berharga 1500 yang segera dimasukkan ke kantong celana jeans sebelah kanan. Tak ada yang spesial. Hanya saja, perjalanan kali ini Piti ditemani oleh sang tiket. Tidak sendiri.

Halah.. Jadi rindu bikin cerpen nich,, huehehehe.. udah luaaama sekali ga ngarang cerpen, padahal sebenernya pingin dan kadang jari-jari ini gatel banget untuk ngetik cerita. Tapi selalu stuck. Dan ide cerita loncat-loncat. Hmmm..

Btw, mau cerita nih ttg perjalanan kemarin (12/3) dari Depok ke Salemba. Misi utama: bertemu Pembimbing Skripsi (PS) dan membahas revisi proposal skripsi. Singkat cerita, mission accomplished. Tapi ada sesuatu yang bermakna dari perjalanan bersama tiket kereta di kantongku. Halah. Ternyata oh ternyata aku baru saja menyadari bahwa segalanya perlu pengorbanan.

Karena tak ada makhluk lain yang diajak bicara di dalam kereta, pikiran Piti pun melayang-layang gak jelas; antara menghitung jumlah stasiun yang sudah dilewati, pikiran tentang PS yang akan ditemui, perut yang berteriak karena belum diisi hingga tengah hari, pikiran tentang penumpang-penumpang lain, dan pikiran tentang bobroknya angkutan di Indonesia yang notabene belum ada perbaikan yang dirasakan signifikan.

Setelah terlalu larut dalam pikiran-pikiran itu, Piti merasa bahwa setiap orang dalam kereta ini pasti larut dalam pikirannya masing-masing, dan tentunya punya pengorbanan untuk setiap hal yang mereka tuju dalam hidupnya. Ada pengemis yang berkorban tiap hari mengemis, ada penjual yang berkorban tiap hari jualan, ada penumpang yang berkorban naik kereta demi menyelesaikan skripsinya hehehe..

Butuh nyali besar bagi seorang Piti untuk naik kereta sendiri tanpa ditemani, kereta ekonomi pula. Jujur, saat di dalam kereta, Piti butuh pegangan yang kuat agar tidak jatuh saat kereta jalan. Dan jujur, saat sudah turun dari kereta di stasiun Cikini, jemari Piti masih gemetar karena takut. Takut akan segalanya. Takut salah stasiun, takut terdorong saat turun kereta, takuuuutttt…pokoknya takut. Tapi demi skripsi. SEGALANYA DEMI SEKERIPSI.

Tapi semuanya udah berlalu. Dan jangan khawatir, itu akan terulang lagi, jika saatnya tiba, yaituuuu pada saat bertemu PS lagi. Don’t worry be happy. Memang, demi skripsi, butuh pengorbanan. Semoga hasil yang didapat setimpal dengan pengorbanan yang dikeluarkan. Amiiin.

Oh Nanny! Oh Mom!

Filed under: Uncategorized — piti24 at 6:42 am on Tuesday, February 5, 2008

Dari dulu Piti engga punya nanny atau babysitter. Tapi Piti sering lihat nanny di tivi. Ada serial The Nanny-nya Fran Drescher yang perannya gak dahsyat2 amat. Ada juga si klasik Maria di film musikal Sound of Music, yang me-nanny-kan 9 anak aja gitu loo.. Terus ada juga nanny di serial Desperate Housewives. Ada beberapa yang sempat jadi nanny untuk Scavo Brothers, dari yang muda banget (lupa namanya sapa,,) sampe tua banget (Mrs. McCluskey). Sampe ada film yang terbaru Nanny Diaries-nya Scarlett Johansson.

Baruuu aja Piti iseng nonton MetroTV dan tayangannya adalah Nanny 911. Mungkin udah pada tau ya, jadi itu tuh reality show yang menggambarkan kalo peran nanny dibutuhkan dalam keluarga masa kini. Piti sendiri engga tahu apakah reality show ini berseri atau gimana, yang pasti tadi tuh Piti ngeliat episode Keluarga Rock yang punya dua anak kecil. Orangtua yang berperan hanya ibu, dimana ibunya ini maunya nurturing and comforting anaknya aja, tanpa memberi batasan yang jelas antara mana yang boleh dan tidak boleh. Akhirnya si nanny datang untuk menyelesaikan permasalahan keluarga ini. At the end of the story, dengan arahan yang benar dari KEDUA orangtuanya, anak bisa jadi nurut dan manis, serta diharapkan tumbuh dewasa dengan baik pula.

Hari ini Piti jadi teringat kejadian di pesawat saat pulang dari liburan Desember 2007 lalu. Jadi begini, kita sekeluarga akan terbang ke Jakarta dari Guangzhou dengan pesawat Garuda, entah nomer berapa. Yang pasti kita duduk di kelas ekonomi yang formasinya 3-3. Piti duduk bertiga dengan kakak dan papa. Dibelakang kami, ada dua anak kecil dan ibunya. Tanpa disangka2, kedua anak itu mengganggu sekali, kami tidak bisa tidur dalam perjalanan 4 jam 50 menit itu. Bahkan setelah ditegur berkali-kali, ibunya hanya berkomentar: "Saya sudah kasih tahu ke mereka, kamu saja yang bilang ke mereka sendiri!". Loh loh?? Ibunya siapa? Kok malah Piti yang diminta untuk kasih pengertian ke mereka??

Intinya, konflik terus terjadi sampai akhirnya kami memutuskan untuk tukeran tempat duduk dengan mereka. Bapaknya, kemudian, minta pengertian ke kami bahwa anak mereka masih kecil, bla bla bla.. Dan pada dasarnya dia meminta toleransi dari kita. Hmm hmm bisa dibilang kalo selama 4 jam itu kami sudah toleransi ke mereka, tapi tetap saja mereka mengganggu. Akhirnya Bapak itu nemuin insight sendiri dan minta maaf ke kami. Problem solved (buat kita).

Tapi sebenernya sampai saat ini Piti masih memikirkan keluarga itu. Bisa jadi mereka seperti keluarga Rock di Nanny 911. Ibunya gak tau cara untuk memberi batasan pada anak2nya. Dilihat dari sisi manapun, anak yang tidak bisa diatur itu adalah kesalahan ibu mengasuh. Percaya atau engga, saat ini udah banyak metode-metode mengajar atau mengasuh anak. Para ibu tinggal cari tahu saja caranya, dengan minimal membeli majalah-majalah parenting (bukan nama merek lohh!!). Kalau belum berasa oke, ikutlah seminar Perkembangan Anak. Belilah buku Perkembangan Anak (Human Development) untuk tahu apakah perkembangan mereka normal atau ada kecenderungan deviant. Terapkanlah ilmu-ilmu Psikologi ke anak-anak Anda, dan mereka akan tahu bagaimana caranya berterimasih dan bertingkahlaku baik.

Piti belum tahu sih, apakah nanny di negeri kita sudah berkualitas dan dibekali dengan ilmu perkembangan anak, tapi semoga saja sudah. Dan berharap sekali pada para ibu, baik yang berkarir atau berumahtangga, paham benar mengenai pengasuhan anak. Sebenarnya, kunci masa depan ada di tangan para ibu.

Next Page »